Monday, April 4, 2011

Lirik dan Kunci Gitar Ungu - Dirimu Satu

Lirik, Kunci gitar, Chords Gitar, Kord Gitar Ungu - Dirimu Satu :

Intro: A D A D

A D
I will always love you kekasihku
A D
Dalam hidupku hanya dirimu satu
F#m D
I will always need you cintaku
Bm E
Selamanya takkan pernah terganti

Bm C#m D
Ku mau menjadi yang terakhir untukmu
Bm C#m D E
Ku mau menjadi mimpi indahmu

D E A
Cintai aku dengan hatimu
D E F#m
Seperti aku mencintaimu
D E A
Sayangi aku dengan kasihmu
D E F#m
Seperti aku menyayangimu
D E A
I will be the last for you
D E F#m
And you will be the last for me

Int: D E F#m E

A D
I will always love you kekasihku
A D
Dalam hidupku hanya dirimu satu

Bm C#m D
Ku mau menjadi yang terakhir untukmu
Bm C#m D E
Ku mau menjadi mimpi indahmu

D E A
Cintai aku dengan hatimu
D E F#m
Seperti aku mencintaimu
D E A
Sayangi aku dengan kasihmu
D E F#m
Seperti aku menyayangimu
D E A
I will be the last for you
D E A
And you will be the last for me

D E F#m
And I will be the last for you
D E A
And you will be the last for me

Read more »

Sunday, April 3, 2011

Lirik dan Kunci Gitar Bonus - Kurebut Hatinya Kembali

Lirik, Kunci gitar, Chords Gitar, Kord Gitar Bonus - Kurebut Hatinya Kembali :

Intro: C 

C Am Em A
Tak kan ku biarkan cintamu pergi
Dm A# Dm G
Tak kan ku biarkan kau berlalu
C Am Em A
Dalam hati ini kau tetap milikku
Dm A# G
kini dan sepanjang waktu

Int: C

C Am Em A
Tuntas Waktu sudah semuanya berlalu
Dm A# Dm G
Tidak dengan cintakU untuk kamu
C Am Em A
Walau hati ini masih tersimpan
Dm A# G
kata janji manismu

C CMaj7
Bersamanya kau telah pergi
Am A
dan mungkin tak akan kembali
Dm
menemukan cinta ini
G
yang terhempas dan sudah berakhir

C CMaj7
Bersama dengan cinta ini
Am A
kan kurebut hatinya kembali
Dm
Sekarang aku memohon
G
Oh Tuhan pulihkan cintanya lagi

Solo: Dm Am F
Dm Am F G
C

D DMaj7
Bersamanya kau telah pergi
Bm B
dan mungkin tak akan kembali
Em
menemukan cinta ini
A
yang terhempas dan sudah berakhir

D DMaj7
Bersama dengan cinta ini
Bm B
kan kurebut hatinya kembali
Em
Sekarang aku memohon
A
Oh Tuhan pulihkan cintanya lagi

D Bm
Em A
Bersamanya kau telah pergi

D

Read more »

Kisah Tentang Seorang Pria yang Sempurna

Seorang laki-laki berjalan keluar ke jalan dan menyetop taksi. Dia masuk ke taksi, dan sopir taksi mengatakan, "Anda memiliki waktu yang sempurna. Persis seperti Frank."

Penumpang: "Frank Siapa?"

Sopir taksi: "Frank Feldman. Dia seorang pria yang melakukan segalanya dengan benar sepanjang waktu. Seperti saya ada ketika Anda membutuhkan taksi, hal-hal terjadi seperti itu untuk Frank Feldman setiap saat..."

Penumpang: "Selalu ada langit di atas semua langit."

Sopir taksi: "Tidak... Frank Feldman adalah seorang atlet hebat. Dia bisa saja memenangkan Grand-Slam di tenis. Dia bisa main golf dengan profesional. Dia menyanyi seperti bariton opera dan menari seperti bintang Broadway dan Anda harus telah mendengar dia bermain piano. Dia seorang pria luar biasa."

Penumpang: "Sepertinya ia sangat istimewa."

Sopir taksi: "Ada lagi... Dia punya memori seperti komputer. Dia ingat ulang tahun semua orang. Dia tahu segalanya. Dia bisa memperbaiki apa-apa. Tidak seperti aku, ketika memperbaiki sekering rumah, satu RT mati semua. Tapi Frank Feldman, ia bisa melakukan segalanya dengan benar."

Penumpang: "Wow, seorang pria yang hebat."

Sopir taksi: "Dia selalu tahu cara tercepat untuk menyetir dan menghindari kemacetan lalu lintas. Tidak seperti saya, saya terlalu sering terjebak di dalam kemacetan. Tapi Frank, dia tidak pernah melakukan kesalahan, dan dia benar-benar tahu bagaimana memperlakukan wanita. Dia tidak akan pernah berdebat meskipun dia yang tidak salah, dan pakaiannya selalu rapi, sepatunya disemir mengkilat - Dia adalah manusia sempurna. Dia tidak pernah melakukan kesalahan. Tidak ada yang bisa menandingi Frank Feldman."

Penumpang: "Seorang rekan yang menakjubkan. Bagaimana Anda bertemu dengannya?"

Sopir taksi: "Wah, saya tidak pernah benar-benar bertemu Frank, dia sudah meninggal. Aku menikahi jandanya..."
http://ketawa.com/humor-lucu-det-7221-kisah_tentang_seorang_pria_yang_sempurna.html

Read more »

Saturday, April 2, 2011

Lucu, Di Tilang Polisi

Ini kisah nyataku sewaktu pulang sekolah, saya dan teman teman saya ada rencana sepulang sekolah ingin pergi ke tempat yang bisa menyegarkan pikiran, memang kami sehabis ulangan jadi pikiran mumet gak karuan. Kami rundingkan ingin pergi danau yang ada di jakarta utara tepatnya dekat sunter.

Dan kami pergi bersama sama, kebetulan teman teman saya pada bawa motor dan saya juga bawa motor. Mungkin ada belasan orang yang ikut, dan mereka pada boncengan dengan teman temannya cuma saya doang yang tidak goncengan sama yang lain.

Sesaat dijalan saya kehilangan jejak mereka, dan saya bingung mau kemana akhirnya saya kerumah teman saya yang sudah pulang duluan. Sesaat dijalan ternyata ada polisi, saat langsung tegang dan parno karna saya sebelumnya pernah kena tilang di daerah palazo. Jadi takut kena tilang lagi, hehe
Dan yang saya takutkan itu terjadi, di tilang polisi untuk ke 2x kalinya. Di situ saya sudah pasrah aja, karna udah di berhentiin sama polisinya.

Pak Polisi : Selamat Siang de, bisa tunjukan STNK nya ?
Saya        : Siang pak, (saya ambil stnknya). Saya salah apa pak ?
Pak Polisi : Kamu sudah salah jalur, dan tidak mematuhi tata tertib lalu lintas.
Saya       : Yah pak maafin pak, saya masih pelajar dan rumah saya dekat sini kok.
Pak Polisi: Rumah saya deket juga tuh di belakang, mau apa lo ?
Saya       : Yah pak. kalo gitu satu rakyat ini masa di tilang. Nego mau gak pak ?
Pak Polisi : Kamu punya apa ?
Saya      : Saya punya 2 biji nih, warna merah.
Pak Polisi : Yasudah kalo begitu, saya maafkan cepat sini takut ketauan.

Waktu udah selesai nego udah mau berhasil, eh tiba tiba saya kebelet dan tiba tiba mencret.

Pak Polisi : Woi, gak sopan lo. Polisi nih, sini stnk nya gak jadi.
Saya        : Yah pak, kelepasan tadi habis makan daging jadi kayak gini.
Pak Polisi : Emang makan daging apaan lo ?
Saya       :  Daging  @#$
Pak Polisi : Hah ? #Kaget

Read more »

Romantis, Penuh Cinta

Seminggu setelah peristiwa di belakang panggung itu, Kino mengantar Susi ke sanggar Mba Rien. Sebelum berangkat, ia sudah bersumpah untuk tidak berlama-lama. Begitu sampai, ia akan segera melepas Susi dan kembali kerumah secepatnya. Kepada Susi ia telah pual berpesan agar tidak perlu diantar sampai pintu ruang latihan. Susi mencibir manja, tetapi tidak membantah ucapan kakaknya.

Namun semua rencana buyar ketika ternyata Kino berjumpa Mba Rien di gerbang halaman sanggar. Turun dari sepedanya, Kino tergagap menyampaikan salam kepada wanita yang tubuhnya memenuhi hayal Kino seminggu ini.

“Hai, Kino … lama sekali kamu tidak kelihatan. Kemana saja?” sambut Mba Rien riang.

“Sibuk, mbak..,” jawab Kino menunduk. Adiknya sudah turun dan berlari masuk.

“Wah… begitu sibuknya, sampai tidak sempat menonton Mba Rien lagi, ya!?” sergah Mba Rien sambil tersenyum manis. Kino menyahut dengan gumam tak jelas, dan menunduk seperti seorang pesakitan di hadapan polisi.

“Eh .. tidakkah kamu ingin melihat adikmu menari lengkap?” ucap Mba Rien lagi, dan tiba-tiba tangannya telah menyentuh tangan Kino. Tergagap, Kino menjawab sekenanya, tetapi entah apa isi jawaban itu, ia sendiri tak ingat!

“Hayo masuk, sekali ini kamu bisa melihat anak-anak menari sampai selesai!” kata Mba Rien yang kini sudah memegang erat satu tangan Kino dan menariknya masuk ke halaman sanggar. Kino tak kuasa menolak, dan dengan kikuk ia mengikuti langkah Mba Rien sambil menyeret sepedanya.

Mba Rien tidak memakai kain sore ini. Tubuhnya dibungkus rok span hitam dan hem kuning muda dengan leher V yang agak rendah. Ia juga tidak berdiri memberi contoh di depan anak-anak, melainkan duduk bersimpuh di lantai, di sebelah Kino yang bersila. Dari tempat mereka duduk, Kino bisa melihat anak-anak menari lengkap tanpa instruksi Mba Rien. Bagi Kino, anak-anak itu kelihatan seperti daun-daun kering yang berterbangan di tiup angin. Jauh sekali bedanya dibandingkan dengan jika yang menari adalah Mba Rien.

Kino melirik ke sebelah kanannya, tempat Mba Rien bersimpuh. Darahnya berdesir cepat melihat rok span wanita itu terangkat sampai setengah pahanya. Aduhai, pahanya mulus sekali, dihiasi bulu-bulu halus yang hampir tak tampak. Betisnya juga indah sekali, tidak terlalu besar, tetapi juga tampak kokoh karena sering berdiri lama ketika menari. Mba Rien sendiri sedang serius memperhatikan anak-anak menari, sehingga tidak menyadari bahwa remaja di sampingnya sedang sibuk menelan ludah!

Ketika suatu saat Mba Rien harus berganti posisi bersimpuhnya, Kino mencuri pandang lagi. Sekejap, ia bisa melihat seluruh pangkal paha Mba Rien. Celana dalam berwarna putih, tipis menerawangkan warna kehitaman di selangkangan, membuat Kino terkesiap. Cepat-cepat dialihkannya pandangan kembali ke tempat anak-anak menari.

Rien menoleh untuk menanyakan sesuatu, tetapi seketika ia melihat wajah Kino seperti kepiting rebus. Ah, ia tiba-tiba sadar akan posisi duduknya. Remaja yang sekarang sedang pura-pura memperhatikan tarian itu pasti tadi melihat rok ku tersingkap, pikir Rien menahan tawa. Minta ampun, remaja sekarang begitu cepat matang! Rien membatalkan keinginannya untuk menanyakan komentar Kino. Sebaliknya, ia malah bangkit membuat Kino memalingkan muka dengan wajah bersalah. Pikir Kino, jangan-jangan ia tahu aku tadi melihat pahanya.

“Kamu mau minum, Kino?” tanya Mba Rien setelah berdiri, dan tanpa menunggu jawab ia berkata lagi, “Yuk, ikut saya ambil minum di ruang sebelah.”

Kino bangkit dan mengikuti wanita pujaannya seperti kerbau dicucuk hidungnya. Entah kenapa, wanita ini tidak bisa kubantah! ucapnya dalam hati.

Ruangan itu terletak di sebelah ruangan latihan, berupa sebuah dapur lengkap dengan meja makannya. Ada sebuah lemari es besar, dan Mba Rien tampak sedang membukanya dan mengambil beberapa minuman botol. Kino berdiri tidak jauh di belakangnya, melihat dengan takjub tubuh yang agak membungkuk di depannya. Kepala Mba Rien tersembunyi di balik pintu lemari es, tetapi bagian belakang tubuhnya yang seksi terlihat nyata di mata Kino. Gila! Segalanya terlihat indah! umpat Kino dalam hati.

Kemudian mereka minum sambil duduk di kursi makan. Mba Rien menawarkan kue, tetapi Kino menolak halus. Mereka berbincang-bincang, atau lebih tepatnya Mba Rien bercerita tentang segala macam. Kino lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Entah kenapa, Rien sendiri merasa semakin dekat dengan remaja di hadapannya. Rien merasa bahwa Kino adalah adik lelaki yang tak pernah dimilikinya. Saudara kandungnya semua perempuan, dan tinggal di lain kota. Di sini ia hidup sendirian, di sebuah kamar indekos tak jauh dari sanggar.

Untuk Rien, Kino adalah remaja yang menyenangkan. Tidak berulah seperti kebanyakan remaja seusianya. Kino juga sopan, walaupun matanya sering nakal. Ah, seusia itu pastilah sedang mengalami kebangkitan gairah seksual. Ia ingat, pada usia seusia Kino dulu, ia juga mengalami “revolusi” yang sama. Saat itu, pikirannya tak lekang dari gairah seks dan lawan jenis. Kino pastilah tak berbeda, cuma ia sangat sopan dan pemalu.

Sore itu mereka berpisah karena latihan menari telah usai. Kino mengucapkan terimakasih atas suguhan Mba Rien, dan Rien melambai di gerbang sambil mengucap, “Jangan bosan kemari, ya, Kino!”

Ah, bagaimana aku bisa bosan? ujar Kino dalam hati.

Read more »

Horor, Digoda Si Cantik Penunggu Perempatan

Lima belas tahun yang lalu, tatkala aku hendak pulang kuliah dari lokasi kampus yang berada di kawasan Sampangan, Semarang seringkali aku melakukan kegiatan rutin, yakni mampir dulu untuk sekedar mencari hiburan.
Waktu itu, waktunya agak malam dikit, kebetulan ada kuliah umum sehingga rada lama selesainya. Kebetulan malam itu film di bioskop di kawasan Metro cukup mengundang filmnya. Akhirnya lepas kuliah yang satu, yang satu ke perkuliahan lainnya maksudnya nonton bioskop.
Pertunjukan dimulai jam 10.00 malam, dan film yang diutar cukup menegangkan. Sekitar 100 menit jantung ini dibuat ngap-ngap’an menikmati adegan film. Kelar nonton, buru-buru ngejar omprengan alias angkutan umum pengganti di waktu malam.
Saat itu, aku menunggu omprengan di depan perempatan Peterangan yang cukup
lenggang karena udah hampir jam 12 malam. Cuma beberapa orang yang berseliweran, tampak juga mobil-mobil yang biasa lalu-lalang cukup padat, malam itu hanya ada beberapa saja yang melintas.
Pikiran sudah melayang entah kemana bersamaan asap rokok yang mengepul dari mulut. Beberapa menit berselang ada suara halus menegurku dari belakang, cukup mengagetkan memang. Tapi di satu sisi seperti percaya gak percaya ternyata dia wanita muda putih dan cantik. Lalu kita memulai percakapan dengan beberapa pertanyaan,
“Mau kemana mas,” tanya lembut
“Karangayu,” jawabku sopan banget deh
“Kamu sendiri kemana mbak, ” tanyaku kemudian.
“Tanjungmas, mau nganter ” tawarnya penuh mempesona
“Kenapa nggak!”
Nggak lama kemudian, kami menuju angkutan tujuan ke Tanjungmas, aneh tiba-tiba saja kendaraan itu melaju, meskipun tidak ada penumpang lain, tapi aku nggak perduli yang ada hanya kebanggaan yang luar biasa, ternyata orang seperti aku bisa juga berkenalan dengan wanita cantik seperti dia.
Anehnya, hanya dalam hitungan menit, kami sampai di pintu pelabuhan Tanjungmas. Sampailah kami berdua kesuatu tempat, dimana di sana ada gardu listrik yang besar dan jalan masuk ke sebuah perkampungan yang sunyi, kamipun akhirnya tiba di rumah si cantik itu.
Tiba di rumah, aku disuguhi beberapa potong kue dan air minum, tapi semuanya tak kuperdulikan karena mata, tangan dan tatapan ini tak mau lepas darinya. Seperti tersadar aku beristighfar. Lantas aku segera pamit pulang, tapi si wanita cantik itu menahanku dengan keras.
Tapi aku tak mau kalah, dengan berbagai cara aku harus segera meninggalkan rumah itu. Terus-menerus mulutku berkomat kamit mengucapkan Asma Allah. Namun saat
pulang aku menjadi kebingungan. Jalan yang tadi ternyata areal pertambakan dan semak belukar. Meski panik, aku terus beristighfar, Alhamdulillah ada suara adzan, dan tidak lama kemudian aku melihat lampu jalanan di seberang yang menandakan menuju jalan pulang. Alhamdulillah berkat suara adzan aku selamat dari sergapan hantu wanita tersebut.

http://misterionline.com
(cerita kiriman ardani, pedurungan lor semarang)

Read more »

Lucu, Apakah Boleh Parkir

“Bolehkah saya parkir disini ?” tanya Tomy, seorang pendatang baru, kepada polisi di kota itu.

“Tidak boleh!!” sahut polisi.

Tomy menjadi heran “Tapi kenapa mobil-mobil lainya boleh parkir di sini??” tanya Tomy kembali.

“Karena mereka tidak bertanya terlebih dahulu” sahut polisi.

Read more »